Showing posts with label kEDOKTERAN. Show all posts
Showing posts with label kEDOKTERAN. Show all posts

Sunday, 18 March 2012

Penjelasan Mengenai Keputihan

Keputihan, pektay , FLUOR ALBUS

Berbicara mengenai Keputihan atau istilah masyarakat kita dengan kata Pektay atau bahasa medis nya FLUOR ALBUS
Keputihan, pektay, Fluor Albus
Keputihan, pektay, Fluor Albus
Masalah keputihan sangat lah komplek  bila tidak kita tangani dengan serius , penyakit keputihan ini awal nya tidak lah menggangu bagi wanita, tetapi lambat laun bisa menjadi hal yang sangat menganggu sekali
Terlebih bagi pasangan suami istri, pengobatan nya perlu intensif dan teliti, karena penyakit ini seperti bola pingpong bagi pasutri atau bahkan gejala awal dari penyakit yang lebih serius seperti herpes dll ( info Herpes klik di sini )
pria dapat mengidap keputihan atau pektay, Fluor Albus
pria dapat mengidap keputihan atau pektay, Fluor Albus
Banyak wanita mengeluhakan keputihan. Sangat tidak nyaman. Gatal, berbau, bahkan terkadang perih. Usut punya usut, ternyata itu berkait dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu penyebab keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim.
Umumnya wanita sangat peduli dengan kebersihan, terutama yang berhubungan dengan penampilan. Setiap hari tidak lupa mandi dan selalu telaten menyingkirkan sisa-sisa make up dari wajah.
Tapi, bila ditanya apakah setelaten itu pula kaum Hawa menjaga kebersihan organ kewanitaannya? Harus kita akui tidak semua wanita melakukannya.
Contoh, entah berapa banyak wanita yang tidak mengeringkan bagian organ intimnya seusai buang air kecil. Usai dibasuh langsung mengenakan celana dalam.
Alhasil celana ikut basah, akibatnya vagina “terperangkap” dalam suasana lembab.
Organ intim wanita, seperti vagina sangat sensitif dengan kondisi lingkungan. Karena letaknya tersembunyi dan tertutup, vagina memerlukan suasana kering.
Kondisi lembab akan mengundang berkembanbiaknya jamur dan bakteri pathogen. Inilah salah satu penyebab keputihan.
Bila ingin terhindar dari keputihan, Anda mesti menjaga kebersihan daerah sensitif itu. Kebersihan organ kewanitaan hendaknya sejak bangun tidur dan mandi pagi. Bagaimana caranya?
Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat dari bahan dasar susu.
Sabun antiseptik biasa umumnya bersifat keras dan dapat flora normal di vagina. Ini tidak menguntungkan bagi kesehatan vagina dalam jangka panjang.
Selalu membersihkan genitalia (kemaluan) setiap kali sehabis buang air kecil maupun besar dengan menyiramkan air bersih dari arah depan ke belakang ( kea rah anus) dan segera mengeringkan dengan menggunakan tissue atau lap bersih dengan arah yang sama
Infeksi yang biasanya menimbulkan pengeluaran cairan berwarna kuning atau hijau, biasanya disebabkan oleh bakteri : trichomonas vaginalis, fungus : monilia, cacing : oxyuris (pada anak).
Bertambahnya secret (cairan) yang normal, sifatnya jernih.
Pengaruh peningkatan kadar hormone estrogen pada kehamilan.
Cairan menimbulkan bercak-bercak pada celana dalam (berwarna kuning atau hijau). Kemungkinan gejala awal penyakit yang lebih serius. Penyakit tentang kelamin dan alat reproduksi klik di sini
Berbau
Menyebabkan keluhan-keluhan seperti rasa gatal dan panas pada genitalia.
Ada obat yang dimasukkan ke li­ang vagina (ovula), ada yang dimi­­num. Menurut dr Handra­wan, jenis obat untuk jamur, pa­rasit, dan kuman, tentu saja tidak sa­ma. Bila obatnya tidak tepat, ten­tu keputihannya tidak kunjung menyembuh.
Adakalanya keputihan meru­pa­kan gabungan dari dua atau le­bih penyebab. Selain jamur, mung­kin disertai parasit dan ku­man juga. Untuk itu jenis pengo­batannya pun berbeda. Perlu pembasmi untuk ketiga jenis penyebabnya.
Selain istri, suami juga perlu ikut diobati. Tujuannya agar istri bisa tuntas sembuh. Sebab bila sua­mi tidak ikut diobati, dan ha­nya istri yang berobat, setelah is­tri sembuh, suami mungkin sudah tertular.

penyebab Kemandulan

Mandul dan Penyebabnya

Mandul ,… kata ini sangaaat menakutkan bagi pasangan yang berumah tangga . terlebih bagi mereka yang sangat menginginkan datang nya si buah hati.
Kemandulan adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.
Kemandulan sangat lah komplek dan harus sangat serius di tangani , karena penyebab kemandulan bisa saja terjadi dari kedua belah pihak, baik dari pasangan suami atau sang istri.
Dan untuk penangan nya harus memeriksa kedua belah pihak. Pemeriksaan dari Sperma Suami dan Sel Ovarium Istri, tapi tidak sekedar itu saja,..masih banyak pemeriksaan yang intesif yang harus di lakukan, untuk lebih dalam nya mari kita kupas satu persatu

Bagi Pria
Ada dua kemungkinan mengapa pria mengalami azospermia.
Pertama, mungkin karena kerusakan pada testis (buah zakar)
sebagai “pabrik” sel spermatozoa. Kedua, mungkin karena terjadi
sumbatan pada saluran keluar sperma, padahal produksinya ada.
Jalur Reproduksi Sperma
Dengan pemeriksaan fisik didukung pemeriksaan hormon, dapat
ditentukan kemungkinan mana yang menjadi penyebab
azoospermia.
Kerusakan buah zakar, khususnya pada bagian yang memproduksi
sel spermatozoa, dapat terjadi oleh beberapa penyebab, antara lain
infeksi penyakit tertentu, kekurangan atau gangguan
keseimbangan hormon, kekurangan gizi berat, dan gangguan
fungsi hati.
Sumbatan saluran keluar sperma dapat disebabkan infeksi atau
gangguan bawaan. Pria yang mengalami sumbatan saluran
sperma sebenarnya mempunyai sel spermatozoa. Namun, karena
tidak dapat dikeluarkan bersama cairan sperma, pria itu tidak dapat
menghamili. Jadi sesungguhnya pria itu tidak tergolong mandul.
Kalau kemungkinan pertama sebagai penyebab azoospermia,
yang berarti buah zakar mengalami kerusakan, sampai saat ini
belum ada cara untuk mengatasinya. Dengan kata lain, pria yang
mengalami kerusakan buah zakar hingga tidak dapat lagi
memproduksi sel spermatozoa, berarti pria ini mandul.
Kalau azoospermia terjadi karena sumbatan saluran keluar sperma, cara operasi dapat membuka kembali saluran itu, walaupun hasilnya
belum tentu baik. Obat yang Anda gunakan itu adalah obat hormon.

Tujuannya mencoba merangsang sel yang memproduksi sel spermatozoa di dalam buah pelir. Obat ini mungkin berfungsi kalau sel yang memproduksi itu tidak rusak karena penyebab tertentu. Sebaliknya, kalau sel yang memproduksi sudah rusak, obat itu tidak berguna.
Demikian juga kalau terjadi sumbatan saluran keluar sperma, obat
itu tidak bermanfaat, bahkan tidak diperlukan. Karena itu, mutlak
diperlukan diagnosis yang pasti untuk mengetahui apakah telah
terjadi kerusakan buah zakar atau tidak.
PENYEBAB
Sekitar 30-40% kasus disebabkan oleh faktor pria, seperti: Masalah pada sperma
Pada pria dewasa, sperma dibuat terus menerus di dalam testis (buah zakar). Proses pembuatan sperma disebut spermatogenesis.
Sel yang belum terspesialisasi memerlukan waktu sekitar 72-74 hari untuk berkembang menjadi sel sperma yang matang.
Dari testis kiri dan kanan, sperma bergerak ke dalam epididimis (suatu saluran berbentuk gulungan yang terletak di puncak testis menuju ke testis belakang bagian bawah) dan disimpan di dalam epididimis sampai saat terjadinya ejakulasi.
Dari epididimis, sperma bergerak ke vas deferens dan duktus ejakulatorius. Di dalam duktus ejakulatorius, cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis ditambahkan pada sperma dan membentuk semen, yang kemudian mengalir menuju ke uretra dan dikeluarkan ketika ejakulasi.
Kesuburan seorang pria ditentukan oleh kemampuannya untuk mengantarkan sejumlah sperma yang normal ke dalam vagina wanita.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut sehingga bisa terjadi kemandulan:
a. Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau akibat panas yang berlebihan bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma, berkurangnya pergerakan sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.
Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33,5? (lebih rendah dari suhu tubuh). Testis bisa tetap berada pada suhu tersebut karena terletak di dalam skrotum (kantung zakar) yang berada diluar rongga tubuh.
Faktor lain yang mempengaruhi jumlah sperma adalah pemakaian marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin, spironolakton dan nitrofurantoin).
b. Penyakit serius pada testis atau penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali.
Jika di dalam semen tidak terdapat fruktosa (gula yang dihasilkan oleh vesikula seminalis) berarti tidak terdapat vas deferens atau tidak terdapat vesikula seminalis atau terdapat penyumbatan pada duktus ejakulatorius.
c. Varikokel merupakan kelainan anatomis yang paling sering ditemukan pada kemandulan pria. Varikokel adalah varises (pelebaran vena) di dalam skrotum.
Varikokel bisa menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma.
d. Ejakulasi retrograd terjadi jika semen mengalir melawan arusnya, yaitu semen mengalir ke dalam kandung kemih dan bukan ke penis.
Kelainan ini lebih sering ditemukan pada pria yang telah menjalani pembedahan panggul (terutama pengangkatan prostat) dan pria yang menderita diabetes. Untuk mengetahui tentang Diabetes Klik di sini
Ejakulasi retrograd juga bisa terjadi akibat kelainan fungsi saraf.
  1. Impotensi
  2. Kekurangan hormon
  3. Polusi lingkungan.
  4. Pembentukan jaringan parut akibat penyakit menular seksual.
40-50% kemandulan disebabkan oleh faktor wanita: Organ Reproduksi wanita
  1. Jaringan parut akibat penyakit menular seksual atau endometriosis.
  2. Disfungsi ovulasi (kelainan pada proses pelepasan sel telur oleh ovarium/sel telur).
    Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari ovarium (indung telur).
    Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum menstruasi hari pertama.
    Sel telur yang dilepaskan ini siap dibuahi oleh sperma yang berasal dari pria.Jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi (amenore), maka dicari terlebih dahulu penyebabnya lalu dilakukan pengobatan untuk merangsang terjadinya ovulasi.
    Kadang ovulasi tidak terjadi akibat tidak dilepaskannya GnRHdonadotropin-releasing hormone) oleh hipotalamus.
    (
  3. Kelainan hormon.
  4. Kekurangan gizi.
  5. Kista ovarium.
  6. Infeksi panggul.
  7. Tumor.
  8. Kelainan lendir servikal (lendir reher rahim).
    Lendir pada serviks bertindak sebagai penyaring yang menghalangi masuknya bakteri dari vagina ke dalam rahim. Lendir ini juga berfungsi memperpanjang kelangsungan hidup sperma.
    Lendir pada serviks adalah kental dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali pada fase folikuler dari siklus menstruasi.
    Selama fase folikuler, terjadi peningkatan hormon estradiol sehingga lendir lebih jernih dan elastis dan bisa ditembus oleh sperma. Selanjutnya sperma menuju ke rahim lalu ke tuba falopii dan terjadilah pembuahan di tuba falopii.
  9. Kelainan sistem pengangkutan dari leher rahim ke tuba falopii (saluran telur).
  10. Kelainan pada tuba falopii.
    Bisa terjadi kelainan struktur maupun fungsi tuba falopii.
    Penyebab yang utama adalah:
    - Infeksi
    - Endometriosis
    - Pengikatan tuba pada tindakan sterilisasi.
Diperkirakan sebanyak 10-20% pasangan mengalami kemandulan.
Merupakan hal yang penting untuk tidak menunda kehamilan lebih dari 1 tahun; kemungkinan hamil pada pasangan yang sehat dan keduanya berusia dibawah 30 tahun serta melakukan hubungan seksual secara teratur adalah hanya sebesar 25-30%/bulan.
Puncak kesuburan seorang wanita adalah pada usia 20 tahunan; jika usia wanita diatas 30 tahun (terutama diatas 35 tahun), maka kemungkinan hamil adalah sebesar kurang dari 10%/bulan.
Selain faktor yang berhubungan dengan usia, resiko kemandulan juga meningkat pada:
  • Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual)

  • Penyakit menular seksual

  • Pernah menderita penyakit peradangan panggul (setelah menderita penyakit ini, 10-15% wanita menjadi mandul)

  • Pernah menderita orkitis atau epididimitis (pria)

  • Gondongan (pria)

  • Varikokel (pria)

  • Pemaparan DES (dietil stilbestrol) (pria maupun wanita)

  • Siklus menstruasi anovulatoir

  • Endometriosis

  • Kelainan pada rahim (mioma) atau penyumbatan leher rahim

  • Penyakit menahun (misalnya diabetes).

  • GEJALA

    Gejalanya berupa:
  • Tidak kunjung hamil

  • Reaksi emosional (baik pada istri, suami maupun keduanya) karena tidak memiliki anak.Kemandulan sendiri tidak menyebabkan penyakit fisik, tetapi dampak psikisnya pada suami, istri maupun keduanya bisa sangat berat.
    Pasangan tersebut mungkin akan menghadapi masalah pernikahan (termasuk perceraian), depresi dan kecemasan.

  • DIAGNOSA

    Dilakukan pemeriksaan fisik dan pengumpulan riwayat kesehatan dari suami dan istri.
    Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
  • Analisa semen untuk menilai volume dan kekentalan semen serta menilai jumlah, pergerakan, kecepatan pergerakan dan bentuk sperma.
    2-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan ini, suami tidak boleh melakukan ejakulasi.

  • Pengukuran suhu tubuh basal.
    Setiap pagi, sebelum beranjak dari tempat tidur, dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita, jika terjadi peningkatan sebesar 0,5-1? Celsius berarti sedang terjadi ovulasi.

  • Memperhatikan perubhan pada lendir servikal.
    Pada fase ovulatoir, lendir menjadi basah, elastis dan licin.

  • Postcoital test (PCT).
    PCT dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir servikal dengan cara menganalisa lendir servikal yang dikumpulkan dalam waktu 2-8 jam setelah melakukan hubungan seksual.

  • Tes ini dilakukan pada pertengahan siklus menstruasi yaitu pada saat estradiol mencapai kadar tertinggi dan pada saat terjadi ovulasi.
    Dalam keadaan normal, lendir servikal adalah jernih dan bisa diregangkan sepanjang 7,6-10 cm tanpa terputus. Bila dilihat dengan mikroskop, lendir tampak seperti pohon pakis.

  • Kadar progesteron serum.

  • Biopsi endometrium

  • Biopsi testis (jarang dilakukan)

  • Kadar LH (luteinizing hormon) untuk memperkirakan saat ovulasi dan membantu menentukan waktu untuk melakukan hubungan seksual.

  • Progestin challenge

  • Kadar hormon pada suami dan istri.

  • Histerosalpingografi (HSG) untuk menilai sistem transport dari serviks melalui rahim sampai ke tuba falopii.

  • Histeroskopi.

  • Laparoskopi untuk melihat rongga panggul.

  • Pemeriksaan panggul (pada wanita) untuk menentukan adanya kista atau tidak.

  • PENGOBATAN

    Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
    bisa diberikan untuk mencoba menambah pembentukan sperma pada pria. Tetapi clomifene tampaknya tidak dapat meningkatkan kemampuan gerak sperma maupun mengurangi jumlah sperma yang abnormal dan belum terbukti mampu menambah kesuburan.
    Pada pria yang hanya memiliki sedikit sperma yang normal, bisa dilakukan inseminasi buatan, baik melalui prosedur pembuahan in vitro maupun GIFT (gamete intrafallopian tube transfer).
    Pada azospermia, bisa dipertimbangkan pembuahan dengan sperma dari donor.
    Varikokel bisa diatasi dengan pembedahan.
    Bagi wanita yang tidak mengalami ovulasi dalam waktu lama (anovulasi kronis) bisa diberikan clomifene
    Pada awalnya menstruasi dirangsang dengan obat lain, yaitu medroksiprogesteron acetat. Kemudian diberikan clomifene selama 5 hari. Biasanya ovulasi akan terjadi 5-10 hari (rata-rata 7 hari) setelah pemberian clomifene dihentikan dan 14-16 hari setelah ovulasi akan terjadi menstruasi.
    Jika setelah pemberian clomifene tidak terjadi menstruasi, maka dilakukan tes kehamilan.
    Jika hasilnya negatif, siklus pengobatan diulangi dengan menambah dosis clomifene sampai terjadi ovulasi atau sampai tercapai dosis maksimum.
    Jika telah ditentukan dosis clomifene yang bisa merangsang terjadinya ovulasi, maka dosis ini diberikan minimal selama 6 siklus pengobatan lagi. Kebanyakan wanita akan bisa hamil pada siklus keenam, dimana terjadi ovulasi.
    Sekitar 75-80% wanita yang mendapatkan clomifene akan mengalami ovulasi, tetapi hanya 40-50% yang berhasil hamil.
    Sekitar 5% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2).
    Efek samping dari klomifen adalah hot flashes, pembengkakan perut, nyeri tekan pada payudara, mual, gangguan penglihatan dan sakit kepala.
    Sekitar 5% dari wanita yang diobati dengan clomifene mengalami sindroma hiperstimulasi ovarium, dimana ovarium menjadi sangat besar dan sejumlah besar cairan berpindah dari aliran darah ke rongga perut. Untuk mencegah terjadinya sindroma ini, maka diberikan dosis clomifene terendah yang masih efektif.
    Jika pemberian clomifene tidak berhasil merangsang ovulasi, maka dicoba diberikan terapi hormonal dengan human menopausal gonadotropin (HMG).
    Hormon ini diekstrak dari air kemih wanita pasca menopause.

    HMG memerlukan biaya besar dan memiliki efek samping yang berat, karena itu pemakaiannya dibatasi hanya jika penyebab kemandulan sudah pasti merupakan kelainan ovulasi.
    HMG disuntikkan ke dalam otot dan dosisnya disesuaikan dengan respon penderita terhadap hormon tersebut. HMG berfungsi merangsang pematangan folikel di ovarium. Untuk memantau pematangan ini, dilakukan pengukuran kadar hormon estradiol dan pemeriksaan USG panggul.
    Setelah folikel matang diberikan suntikan hormon lain, yaitu human chorionic gonadotropins (HCG) untuk merangsang ovulasi.
    Lebih dari 95% wanita yang diberi hormon ini mengalami ovulasi, tetapi kehamilan hanya terjadi pada 50-75% penderita.

    10-30% kehamilan adalah kehamilan ganda (terutama kembar 2).
    Efek samping dari HMG adalah sindroma hiperstimulasi ovarium, yang terjadi pada 10-20% penderita.
    Kemandulan akibat tidak dilepaskannya hormon GnRH oleh hipotalamus bisa diatasi dengan memberikan GnRH buatan untuk merangsang ovulasi.
    Jika penyebabnya adalah kelainan pada lendir servikal, maka bisa dilakukan inseminasi intrauterin, yaitu memasukkan semen langsung ke dalam rahim sehingga tidak perlu melewati lendir.
    Atau diberikan obat untuk mengencerkan lendir (misalnya guaifenesin).

    Teknik Pembuahan

    Setelah semua pengobatan lain gagal menghasilkan kehamilan, maka lebih banyak pasangan mandul yang beralih ke fertilisasi in vitro (bayi tabung).
    Prosedur ini terdiri dari perangsangan ovarium, pemulihan pelepasan sel telur, pembuahan sel telur, penumbuhan embrio di laboratorium kemudian penanaman embrio pada rahim wanita.
    Untuk merangsang ovarium sehingga banyak sel telur yang matang, diberikan kombinasi klomifen, HMG dan agonis GnRH (obat yang merangsang pelepasan gonadotropin oleh kelenjar hipofisa).
    Dengan panduan USG, dimasukkan sebuah jarum melalui vagina atau perut ke dalam ovarium dan diambil beberapa sel telur dari folikelnya.
    Di laboratorium, sel telur ditempatkan di dalam cawan pembiakan dan dibuahi oleh sperma pilihan (sperma yang paling aktif).

    Setelah sekitar 40 jam, 3-4 embrio dipindahkan dari cawan biakan ke dalam rahim itu melalui vagina. Embrio lainnya bisa dibekukan dalam larutan nitrogen untuk cadangan bila tidak terjadi kehamilan.
    Setiap kali sel telur yang telah dibuahi dimasukkan ke dalam rahim, peluang berkembangnya seorang bayi cukup bulan hanya sekitar 18-25%.
    Jika penyebab kemandulan pada wanita tidak diketahui atau jika penyebabnya adalah endometriosis tetapi fungsi tuba falopiinya normal, maka dilakukan GIFT (gammete intrafallopian tube transfer).
    Sel telur dan sperma pilihan diperoleh melalui prosedur yang sama dengan pada fertilisasi in vitro, tetapi sel telur tidak dibuahi di laboratorium.
    Sel telur dan sperma dimasukkan ke dalam ujung tuba falopii melalui dinding perut (pada proses laparoskopi) atau melalui vagina (dipandu oleh USG), sehingga pembuahan terjadi di dalam tuba falopii.
    Angka keberhasilan pada GIFT adalah sekitar 20-30%.

    Variasi dari fertilisasi in vitro dan GIFT adalah pemindahan embrio yang lebih matang (zygote intrafallopian tube transfer), pemakaian sel telur dari donor dan pemindahan embrio yang telah dibekukan ke dalam rahim wanita lain.

    PROGNOSIS

    Sekitar 85-90% kasus, kemungkinan penyebabnya bisa diketahui.
    Pengobatan yang tepat (tidak termasuk teknik modern seperti fertilisasi in vitro) memungkinkan terjadinya kehamilan pada 50-60% pasangan yang sebelumnya didiagnosis mengalami kemandulan.
    Tanpa pengobatan, 15-20% kasus pada akhirnya akan mengalami kehamilan.

    PENCEGAHAN

    Kemandulan seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual ( Penyakit Menular pada Wanita klik di sini / Pria klik di sini ), karena itu dianjurkan untuk menjalani perilaku seksual yang aman guna meminimalkan resiko kemandulan di masa yang akan datang.
    Penyakit menular seksual yang paling sering menyebabkan kemandulan adalah gonore dan klamidia. Kedua penyakit ini pada awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala dan gejala baru timbul setelah terjadinya penyakit peradangan panggul atau salpingitis.
    Peradangan menyebabkan pembentukan jaringan parut pada tuba falopii lalu terjadi penurunan kesuburan, kemandulan absolut atau kehamilan di luar kandungan.
    Immunisasi gondongan telah terbukti mampu mencegah gondongan dan komplikasinya pada pria (orkitis).
    Kemandulan akibat gondongan bisa dicegah dengan menjalani immunisasi gondongan.
    Beberapa jenis alat kontrasepsi memiliki resiko kemandulan yang lebih tinggi (misalnya IUD). IUD tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita yang belum pernah memiliki anak.
    Adapun penyebab lain dari kemandulan yaitu parasit yang dikenal sebagai Toxoplasma gondii. Parasit ini bisa menyebabkan penyakit toxoplasmosis. Toxoplasma adalah penyakit yang menyerang pada hewan dan manusia, lelaki maupun wanita.
    Pada hewan, penyakit toxoplasma ini bisa menyerang hewan-hewan yang berdarah panas, seperti: anjing, kucing, ayam, burung, kuda, sapi, domba, tikus, domba, harimau, babi, dan lain-lain.

    Tetapi kucing selama ini dianggap sebagai penyebab toxoplasma, karena di dalam tubuh kucing, toxoplasma bisa berkembang biak dengan dua cara, yaitu seksual (mikro dan makro gamet) dan aseksual (membelah diri). Sedangkan pada binatang selain kucing, toxoplasma hanya bisa berkembang biak dengan cara aseksual.
    Pada manusia yang terkena penyakit toxoplasmosis, kebanyakan tidak mengalami gejala klinis yang dominan. Gejala dapat timbul pada infeksi akut, yaitu berupa adanya pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher atau ketiak.
    Tetapi lama-kelamaan, toxoplasma itu dapat menyebabkan kemandulan. Pada pria, kemandulan disebabkan toxoplasma dapat menginfeksi saluran sperma dan menyebabkan peradangan. Sehingga peradangan pada saluran sperma ini menyebabkan penyempitan atau penutupan saluran sperma dan pada pria itu tidak dapat mengeluarkan sperma untuk membuahi sel telur.
    Sedangkan pada perempuan, efek yang ditimbulkan hampir sama dengan pria. Infeksi toxoplasma itu dapat mengebabkan peradangan dan penyempitan pada saluran telur. Sehingga ovarium tidak akan dapat sampai ke rahim dan tidak dapat dibuahi oleh sperma.

    Toxoplasma juga dapat berpengaruh terhadap janin. Kista toxoplasma dapat masuk hingga kedalam otak janin dan menyebabkan cacat serta berbagai gangguan saraf lainnya. Selain itu, kepala janin bisa terisi oleh cairan sehingga kepalanya menjadi besar (hidrosefalus).
    Sedangkan mengenai penularan toxoplasma pada manusia dapat diuraikan sbb :
    didalam tubuh kucing bisa menyebarkan kista selama kira-kira 10 hari. Dan penyebaran ini biasa terjadi pada kucing muda yang kekebalan tubuhnya masih kurang baik. Manusia atau binatang berdarah panas lainnya bisa tertular jika menelan kista atau kista toxoplasma, hingga ‘menetas’ serta berkembang didalam tubuh binatang atau manusia.
    Kista tersebut akan tinggal dalam otot manusia dan hewan sehingga penularannya bisa juga terjadi melalui makanan, yaitu jika manusia atau hewan memakan daging yang mentah atau daging setengah matang yang telah mengandung kista toxoplasma.
    Kista dapat hidup di tanah selama beberapa waktu tertentu sehingga dapat menular kepada manusia atau binatang lain melalui kontak langsung dengan kista tersebut.
    Pada kucing, kista dapat keluar melalui kotoran kucing atau feces. Jadi bulu kucing juga tidak ‘pasti’ menyebabkan mandul, bulu dan liur kucing dapat menyebabkan kemandulan hanya jika pada bulu dan liur tersebut terdapat kista toxoplasma
    Di sadur kembali dari Sources: U.S. Department of Health and Human Services – Public Health Service, Rockville, MD 20857; The Upjohn Company; Contraceptive Technology by R. Hatcher et al, Chapter 4, 16th Revised Ed., 1994; Medical Institute for Sexual Health, P. O. Box 4919, Austin, TX, 78765;  Centers for Disease Control (CDC).
    Terapi Pengobatan herbal Kaisar Kerajaan China kuno
    Materi dalam tahap pengerjaan ,akan di posting menyusul
    kesaksian dari pasangan yang telah berhasil mendapatkan ke

    penjelasan karsinoma paru(kanker paru-paru)

    Kanker Paru-Paru
    DEFINISI
    Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.
    Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita.
    Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.
    Jenis Kanker Paru-paru
    # Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari: Karsinoma sel skuamosa
    # Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
    # Karsinoma sel besar
    # Adenokarsinoma.
    Karsinoma sel alveolar berasal dari kantong udara (alveoli) di paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
    Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
    # Adenoma (bisa ganas atau jinak)
    # Hamartoma kondromatous (jinak)
    # Sarkoma (ganas)
    Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain.
    Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.
    Foto Kanker Paru-Paru
    Adenokarsinoma Sel Skuamosa
    PENYEBAB
    Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.
    Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.
    Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja.
    Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
    Peranan polusi uadara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas.
    Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
    Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
    Karsinoma Sel Besar Karsinoma Sel Kecil
    Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% kasus pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru.
    Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
    Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas.
    Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
    Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut akibat penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
    Karsinoma Sel Besar Karsinoma Sel Kecil
    GEJALA
    Gejala kanker paru-paru tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya.
    Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap.
    Penderita bronkitis kronis yang menderita kanker paru-paru seringkali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk.
    Dahak bisa mengandung darah.
    Jika kanker tumbuh ke dalam pembuluh darah dibawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat.
    Kanker bisa menyebabkan bunyi mengi karena terjadi penyempitan saluran udara di dalam atau di sekitar tempat tumbuhnya kanker.
    Penyumbatan bronkus bisa menyebabkan kolaps pada bagian paru-paru yang merupakan percabangan dari bronkus tersebut, keadaan ini disebut atelektasis
    Akibat lainnya adalah pneumonia dengan gejala berupa batuk, demam, nyrei dada dan sesak nafas.
    Jika tumor tumbuh ke dalam dinding dada, bisa menyebabkan nyeri dada yang menetap.
    Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan.
    Kanker paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas.
    Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.
    Kanker bisa tumbuh ke dalam saraf tertentu di leher, menyebabkan terjadinya sindroma Horner, yang terdiri dari:
    - penutupan kelopak mata
    - pupil yang kecil
    - mata cekung
    - berkurangnya keringat di salah satu sisi wajah.
    Kanker di puncak paru-paru bisa tumbuh ke dalam saraf yang menuju ke lengan sehingga lengan terasa nyeri, mati rasa dan lemah. Kerusakan juga bisa terjadi pada saraf pita suara sehingga suara penderita menjadi serak.
    Kanker bisa tumbuh secara langsung ke dalam kerongkongan, atau tumbuh di dekat kerongkongan dan menekannya, sehingga terjadi gangguan menelan. Kadang terbentuk saluran abnormal (fistula) diantara kerongkongan dan bronki, menyebabkan batuk hebat selama proses menelan berlangsung, karena makanan dan cairan masuk ke dalam paru-paru.
    Kanker paru-paru bisa tumbuh ke dalam jantung dan menyebabkan:
    - irama jantung yang abnormal
    - pembesaran jantung
    - penimbunan cairan di kantong perikardial.
    Kanker juga bisa tumbuh di sekitar vena kava superior. Penyumbatan vena ini menyebabkan darah mengalir kembali ke atas, yaitu ke dalam vena lainnya dari bagian tubuh sebelah atas:
    - vena di dinding dada akan membesar
    - wajah, leher dan dinding dada sebelah atas (termasuk payudara) akan membengkak dan tampak berwarna keunguan.
    Keadaan ini juga menyebabkan sesak nafas, sakit kepala, gangguan penglihatan, pusing dan perasaan mengantuk. Gejala tersebut biasanya akan memburuk jika penderita membungkuk ke depan atau berbaring.
    Kanker paru-paru juga bisa menyebar melalui aliran darah menuju ke hati, otak, kelenjar adrenal dan tulang. Hal ini bisa terjadi pada stadium awal, terutama pada karsinoma sel kecil.
    Gejalanya berupa gagal hati, kebingungan, kejang dan nyeri tulang; yang bisa timbul sebelum terjadinya berbagai kelainan paru-paru, sehingga diagnosis dini sulit ditegakkan.
    Beberapa kanker paru-paru menimbulkan efek di tempat yang jauh dari paru-paru, seperti kelainan metabolik, kelainan saraf dan kelainan otot (sindroma paraneoplastik).
    Sindroma ini tidak berhubungan dengan ukuran maupun lokasi dari kanker dan tidak selalu menunjukkan bahwa kanker telah menyebar keluar dada; sindroma ini disebabkan oleh bahan yang dikeluarkan oleh kanker.
    Gejalanya bisa merupakan petanda awal dari kanker atau merupakan petunjuk awal bahwa kanker telah kembali, setelah dilakukannya pengobatan.
    Salah satu contoh dari sindroma paraneoplastik adalah sindroma Eaton-Lambert, yang ditandai dengan kelemahan otot yang luar biasa. Contoh lainnya adalah kelemahan otot dan rasa sakit karena peradangan (polimiositis), yang bisa disertai dengan peradangan kulit (dermatomiositis).
    Beberapa kanker paru-paru melepaskan hormon atau bahan yang menyerupai hormon, sehingga terjadi kadar hormon yang tinggi.
    Karsinoma sel kecil menghasilkan kortikotropin (menyebabkan sindroma Cushing) atau hormon antidiuretik (menyebabkan penimbunan cairan dan kadar natrium yang rendah di dalam darah).
    Pembentukan hormon yang berlebihan juga bisa menyebabkan sindroma karsinoid, yaitu berupa kemerahan, bunyi nafas mengi, diare dan kelainan katup jantung.
    Karsinoma sel skuamosa melepaskan bahan menyerupai hormon yang menyebabkan kadar kalsium darah sangat tinggi.
    Sindroma hormonal lainnya yang berhubungan dengan kanker paru-paru adalah:
    - pembesaran payudara pada pria (ginekomastia)
    - kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme)
    - perubahan kulit (kulit di ketiak menjadi lebih gelap).
    Kanker paru-paru juga bisa menyebabkan perubahan bentuk jari tangan dan jari jkaki dan perubahan pada ujung tulang-tulang panjang, yang bisa terlihat pada rontgen.
    DIAGNOSA
    Jika seseorang (terutama perokok) mengalami batuk yang menetap atau semakin memburuk atau gejala paru-paru lainnya, maka terdapat kemungkinan terjadinya kanker paru-paru.
    Kadang petunjuk awalnya berupa ditemukannya bayangan pada rontgen dada dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala. Rontgen dada bisa menemukan sebagian besar tumor paru-paru, meskipun tidak semua bayangan yang terlihat merupakan kanker.
    Biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari contoh jaringan, yang kadang berasal dari dahak penderita (sitologi dahak). Untuk mendapatkan jaringan yang diperlukan, dilakukan bronkoskopi.
    CT scan bisa menunjukkan bayangan kecil yang tidak tampak pada foto rontgen dada dan bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening.
    Untuk mengetahui adanya penyebaran ke hati, kelenjar adrenal atau otak, dilakukan CT scan perut dan otak.
    Penyebaran ke tulang bisa dilihat melalui skening tulang. Kadang dilakukan biopsi sumsum tulang, karena karsinoma sel kecil cenderung menyebar ke sumsum tulang
    Penggolongan (stadium) kanker dilakukan berdasarkan:
    - ukuran tumor
    - penyebaran ke kelenjar getah bening di dekatnya
    - penyebaran ke organ lain.
    Stadium ini digunakan untuk menentukan jenis pengobatan yang akan dilakukan dan ramalan penyakit pada penderita.
    PENGOBATAN
    Tumor bronkial jinak biasanya diangkat melalui pembedahan karena bisa menyumbat bronki dan lama-lama bisa menjadi ganas.
    Kadang dilakukan pembedahan pada kanker selain karsinoma sel kecil yang belum menyebar. Sekitar 10-35% kanker bisa diangkat melalui pembedahan, tetapi pembedahan tidak selalu membawa kesembuhan.
    Sekitar 25-40% penderita tumor yang terisolasi dan tumbuh secara perlahan, memiliki harapan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Penderita ini harus melakukan pemeriksaan rutin karena kanker paru-paru kambuh kembali pada 6-12% penderita yang telah menjalani pembedahan.
    Sebelum pembedahan, dilakukan tes fungsi paru-paru untuk menentukan apakah paru-paru yang tersisa masih bisa menjalankan fungsinya dengan baik atau tidak. Jika hasilnya jelek, maka tidak mungkin dilakukan pembedahan.
    Pembedahan tidak perlu dilakukan jika:
    - kanker telah menyebar keluar paru-paru
    - kanker terlalu dekat dengan trakea
    - penderita memiliki keadaan yang serus (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru yang berat).
    Terapi penyinaran dilakukan pada penderita yang tidak dapat menjalani pembedahan karena mereka memiliki penyakit lain yang serius.
    Tujuan dari penyinaran adalah memperlambat pertumbuhan kanker, bukan untuk penyembuhan. Terapi penyinaran juga bisa mengurangi nyeri otot, sindroma vena kava superior dan penekanan saraf tulang belakang. Tetapi terapi penyinaran bisa menyebabkan peradang paru-paru (pneumonitis karena penyinaran), dengan gejala berupa batuk, sesak nafas dan demam. Gejala ini bisa dikurangi dengan corticosteroid (misalnya prednisone).
    Pada saat terdiagnosis, karsinoma sel kecil hampir selalu telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga tidak mungkin dilakukan pembedahan. Kanker ini diobati dengan kemoterapi, kadang disetai terapi penyinaran.
    Penderita kanker paru-paru banyak yang mengalami penurunan fungsi paru-paru. Untuk mengurangi gangguan pernafasan bisa diberikan terapi oksigen dan obat yang melebarkan saluran udara (bronkodilator).
    PENCEGAHAN
    Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker paru-paru, tetapi Anda dapat mengurangi risiko jika Anda:
    1. Tidak merokok. Jika Anda belum pernah merokok, jangan mulai. Bicaralah dengan anak-anak Anda untuk tidak merokok sehingga mereka bisa memahami bagaimana untuk menghindari faktor risiko utama kanker paru-paru. Banyak perokok mulai merokok di usia remaja. Memulai percakapan tentang bahaya merokok dengan anak-anak Anda lebih awal sehingga mereka tahu bagaimana harus bereaksi terhadap tekanan teman sebaya.
    2. Berhenti merokok. Berhenti merokok sekarang. Berhenti merokok mengurangi risiko kanker paru-paru, bahkan jika anda telah merokok selama bertahun-tahun. Konsultasi dengan dokter Anda tentang strategi dan bantuan berhenti merokok yang dapat membantu Anda berhenti. Pilihan meliputi produk pengganti nikotin, obat-obatan dan kelompok-kelompok pendukung.
    3. Hindari asap rokok. Jika Anda tinggal atau bekerja dengan perokok, dorong dia untuk berhenti. Paling tidak, minta dia untuk merokok di luar. Hindari daerah di mana orang merokok, seperti bar dan restoran, dan memilih area bebas asap.
    4. Tes radon rumah Anda. Periksa kadar radon di rumah Anda, terutama jika Anda tinggal di daerah di mana radon diketahui menjadi masalah. Kadar radon yang tinggi dapat diperbaiki untuk membuat rumah Anda lebih aman. Untuk informasi mengenai tes radon, hubungi departemen kesehatan.
    5. Hindari karsinogen di tempat kerja. Tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari paparan bahan kimia beracun di tempat kerja. Perusahaan Anda harus memberitahu Anda jika Anda terkena bahan kimia berbahaya di tempat kerja Anda. Ikuti tindakan pencegahan atasan Anda. Misalnya, jika Anda diberi masker untuk perlindungan, selalu memakainya. Tanyakan kepada dokter apa lagi yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri di tempat kerja. Resiko kerusakan paru-paru dari karsinogen ini meningkat jika Anda merokok.
    6. Makan makanan yang mengandung buah-buahan dan sayuran. Pilih diet sehat dengan berbagai buah-buahan dan sayuran. Makanan sumber vitamin dan nutrisi yang terbaik. Hindari mengambil dosis besar vitamin dalam bentuk pil, karena mungkin akan berbahaya. Sebagai contoh, para peneliti berharap untuk mengurangi risiko kanker paru-paru pada perokok berat memberi mereka suplemen beta karoten. Hasilnya menunjukkan suplemen benar-benar meningkatkan risiko kanker pada perokok.
    7. Minum alkohol dalam jumlah sedang, jika bisa sama sekali tidak. Batasi diri Anda untuk satu gelas sehari jika anda seorang wanita atau dua gelas sehari jika anda seorang laki-laki. Setiap orang usia 65 atau lebih tua harus minum alkohol tidak lebih dari satu gelas satu hari.
    8. Olah raga. Capaiminimal 30 menit oalh raga pada setiap hari dalam seminggu. Periksa dengan dokter Anda terlebih dahulu jika Anda belum berolahraga secara teratur. Mulailah perlahan-lahan dan terus menambahkan lebih aktivitas. Bersepeda, berenang dan berjalan adalah pilihan yang baik. Tambahkan latihan sepanjang hari Anda – melalui taman waktu pergi kerja dan berjalan sepanjang jalan atau naik tangga ketimbang lift.
    Sumber : http://medicastore.com/penyakit/6/Kanker_Paru.html

    GAMBARAN SISTEM RESPIRASI SEDERHANA

    sistem respirasi sederhana

    STRUKTUR SISTEM RESPIRASI
    Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O²) yang dibutuhkan tubuh untuk
    metabolisme sel dan karbondioksida (CO²) yang dihasilkan dari metabolisme
    tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru.






    STRUKUTUR SISTEM RESPIRASI
    Sistem respirasi terdiri dari:
     1. Saluran nafas bagian atas
    Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disarung dan
     dilembabkan
    2. Saluran nafas bagian bawah
    Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli
     3. Alveoli
    terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2
     4. Sirkulasi paru
    Pembuluh darah arteri menuju paru, sedangkan pembuluh darah vena
     meninggalkan paru.
     5. Paru
     terdiri dari :
    a. Saluran nafas bagian bawah
    b. Alveoli
    c. Sirkulasi paru
    6. Rongga Pleura
    Terbentuk dari dua selaput serosa, yang meluputi dinding dalam rongga
    dada yang disebut pleura parietalis, dan yang meliputi paru atau pleura
    veseralis
    7. Rongga dan dinding dada
    Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam
     proses respirasiSaluran Nafas Bagian Atas
    a. Rongga hidung
    Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal :
    - Dihangatkan
    - Disaring
    - Dan dilembabkan
    Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi ( terdiri dari :
    Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel
    partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu
    hidung, sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang
    masuk, pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara). Ketiga hal
    tersebut dibantu dengan concha. Kemudian udara akan diteruskan ke
    b. Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius)
    c. Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring,terdapat pangkal
    lidah) d. Laringofaring(terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan)
    Saluran Nafas Bagian Bawaha. Laring
    Terdiri dari tiga struktur yang penting
    - Tulang rawan krikoid
    - Selaput/pita suara
    - Epilotis
    - Glotis
    b. Trakhea
    Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm, berbentuk ¾ cincin tulang
    rawan seperti huruf C. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic
    menempel pada dinding depan usofagus.
    c. Bronkhi
    Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Tempat percabangan ini disebut
     carina. Brochus kanan lebih pendek, lebar dan lebih dekat dengan trachea.
    Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior, medius, inferior. Brochus
     kiri terdiri dari : lobus superior dan inferior   d. Alveoli
    Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial.
    Membran alveolar :
    - Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga alveoli
    - Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan
    surfactant.
    - Anastomosing capillary, merupakan system vena dan arteri yang saling
    berhubungan langsung, ini terdiri dari : sel endotel, aliran darah dalam
    rongga endotel
    - Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh : endotel
    kapiler, epitel alveoli, saluran limfe, jaringan kolagen dan sedikit serum.
    Aliran pertukaran gas
    Proses pertukaran gas berlangsung sebagai berikut: alveoli epitel alveoli ↔ membran
    dasar ↔endotel kapiler ↔ plasma ↔ eitrosit.
    Membran ↔ sitoplasma eritrosit↔ molekul hemoglobin
     O²  Co²Surfactant
    Mengatur hubungan antara cairan dan gas. Dalam keadaan normal surfactant ini akan
    menurunkan tekanan permukaan pada waktu ekspirasi, sehingga kolaps alveoli dapat
    dihindari.
    Sirkulasi Paru
    Mengatur aliran darah vena – vena dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis dan
    mengalirkan darah yang bersifat arterial melaului vena pulmonalis kembali ke
    ventrikel kiri.
    Paru
    Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus, bronkhiolus terminalis,
    bronkhiolus respiratoty, alveoli, sirkulasi paru, syaraf, sistem limfatik.
    Rongga dan Dinding Dada
    Rongga ini terbentuk oleh:
    - Otot –otot interkostalis
    - Otot – otot pektoralis mayor dan minor
    - Otot – otot trapezius
    - Otot –otot seratus anterior/posterior
    - Kosta- kosta dan kolumna vertebralis
    - Kedua hemi diafragma
    Yang secara aktif mengatur mekanik respirasi.PARU-PARU
    Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus, bronkhiolus terminalis,
    bronkhiolus respiratoty, alveoli, sirkulasi paru, syaraf, sistem limfatik.
    SIRKULASI PARU
    a. Pulmonary blood flow total = 5 liter/menit
    Ventilasi alveolar = 4 liter/menit
     Sehingga ratio ventilasi dengan aliran darah dalam keadaan normal = 4/5 = 0,8
    b. Tekanan arteri pulmonal = 25/10 mmHg dengan rata-rata = 15 mmHg.
    Tekanan  vena pulmolais = 5 mmHg, mean capilary pressure = 7 mmHgSehingga pada keadaan normal terdapat perbedaan 10 mmHg untuk mengalirkan
     darah dari arteri pulmonalis ke vena pulmonalis
    c. Adanya mean capilary pressure mengakibatkan garam dan air mengalir dari
    rongga kapiler ke rongga interstitial, sedangkan osmotic colloid pressure
    akan menarik garam dan air dari rongga interstitial kearah rongga kapiler. Kondisi
    ini dalam keadaan normal selalu seimbang.Peningkatan tekanan kapiler
    atau penurunan koloid akan menyebabkan peningkatan akumulasi air dan
     garam dalam rongga interstitial.
    TRANSPOR OKSIGEN
    1.Hemoglobin
    Oksigen dalam darah diangkut dalam dua bentuk:
    - Kelarutan fisik dalam plasma
    - Ikatan kimiawi dengan hemoglobin
    Ikatan hemoglobin dengan tergantung pada saturasi O2, jumlahnya dipengaruhi oleh
    pH darah dan suhu tubuh. Setiap penurunan pH dan kenaikkan suhu tubuh
    mengakibatkan ikatan hemoglobin dan O2 menurun.
    2. Oksigen content
    Jumlah oksigen yang dibawa oleh darah dikenal sebagai oksigen content (Ca O2 )
    - Plasma
    - Hemoglobin
    REGULASI VENTILASI
    Kontrol dari pengaturan ventilasi dilakukan oleh sistem syaraf dan kadar/konsentrasi
    gas-gas yang ada di dalam darah
    Pusat respirasi di medulla oblongata mengatur:
    -Rate impuls Respirasi rate
    -Amplitudo impuls Tidal volumePusat inspirasi dan ekspirasi : posterior medulla oblongata, pusat kemo reseptor :
    anterior medulla oblongata, pusat apneu dan pneumothoraks : pons.
    Rangsang ventilasi terjadi atas : PaCo2, pH darah, PaO2
    PEMERIKSAAN FUNGSI PARU
    Kegunaan: untuk mendiagnostik adanya : sesak nafas, sianosis, sindrom bronkitis
    Indikasi klinik:
    - Kelainan jalan nafas paru,pleura dan dinding toraks
    - Payah jantung kanan dan kiri
    - Diagnostik pra bedah toraks dan abdomen
    - Penyakit-penyakit neuromuskuler
    - Usia lebih dari 55 tahun.
    FUNGSI RESPIRASI DAN NON RESPIRASI DARI PARU
    1. Respirasi : pertukaran gas O² dan CO²
    2. Keseimbangan asam basa
    3. Keseimbangan cairan
    4. Keseimbangan suhu tubuh
    5. Membantu venous return darah ke atrium kanan selama fase inspirasi
    6. Endokrin : keseimbangan bahan vaso aktif, histamine, serotonin, ECF dan
    angiotensin
    7. Perlindungan terhadap infeksi: makrofag yang akan membunuh bakteriMekanisme Pernafasan
    Agar terjadi pertukaran sejumlah gas untuk metabolisme tubuh diperlukan usaha
    keras pernafasan yang tergantung pada:
    1. Tekanan intar-pleural
    Dinding dada merupakan suatu kompartemen tertutup melingkupi paru. Dalam
    keadaan normal paru seakan melekat pada dinding dada, hal ini disebabkan karena
    ada perbedaan tekanan atau selisih tekanan atmosfir ( 760 mmHg) dan tekanan intra
    pleural (755 mmHg). Sewaktu inspirasi diafrgama berkontraksi, volume rongga dada
    meningkat, tekanan intar pleural dan intar alveolar turun dibawah tekanan atmosfir
    sehingga udara masuk Sedangkan waktu ekspirasi volum rongga dada mengecil
    mengakibatkan tekanan intra pleural dan tekanan intra alveolar meningkat diatas
    atmosfir sehingga udara mengalir keluar.
    2. Compliance
    Hubungan antara perubahan tekanan dengan perubahan volume dan aliran dikenal
    sebagai copliance.
    Ada dua bentuk compliance:
    - Static compliance, perubahan volum paru persatuan perubahan tekanan
    saluran nafas ( airway pressure) sewaktu paru tidak bergerak. Pada orang
    dewasa muda normal : 100 ml/cm H2O
    - Effective Compliance : (tidal volume/peak pressure) selama fase
    pernafasan. Normal: ±50 ml/cm H2O
    Compliance dapat menurun karena:
    - Pulmonary stiffes : atelektasis, pneumonia, edema paru, fibrosis paru
    - Space occupying prosess: effuse pleura, pneumothorak
    - Chestwall undistensibility: kifoskoliosis, obesitas, distensi abdomen
    Penurunan compliance akan mengabikabtkan meningkatnya usaha/kerja nafas.
    3. Airway resistance (tahanan saluran nafas)
    Rasio dari perubahan tekanan jalan nafas

    PENJELASAN MENGENAI OBAT BIUS LOKAL

    OBAT BIUS LOKAL/ANESTESI LOKAL

    Obat bius lokal/anestesi lokal atau yang sering disebut pemati rasa adalah obat yang menghambat hantaran saraf bila digunakan secara lokal pada jaringan saraf dengan kadar yang cukup. Obat bius lokal bekerja pada tiap bagian susunan saraf.
    Obat bius lokal bekerja merintangi secara bolak-balik penerusan impuls-impuls saraf ke Susunan Saraf Pusat (SSP) dan dengan demikian menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, gatal-gatal, rasa panas atau rasa dingin.
    Obat bius lokal mencegah pembentukan dan konduksi impuls saraf. Tempat kerjanya terutama di selaput lendir. Disamping itu, anestesia lokal mengganggu fungsi semua organ dimana terjadi konduksi/transmisi dari beberapa impuls. Artinya, anestesi lokal mempunyai efek yang penting terhadap SSP, ganglia otonom, cabang-cabang neuromuskular dan semua jaringan otot



    Persyaratan obat yang boleh digunakan sebagai anestesi lokal:
    1. Tidak mengiritasi dan tidak merusak jaringan saraf secara permanen
    2. Batas keamanan harus lebar
    3. Efektif dengan pemberian secara injeksi atau penggunaan setempat pada membran mukosa
    4. Mulai kerjanya harus sesingkat mungkin dan bertahan untuk jangka waktu yang yang cukup lama
    5. Dapat larut air dan menghasilkan larutan yang stabil, juga stabil terhadap pemanasan.
    Secara kimia, anestesi lokal digolongkan sebagai berikut :
    1. Senyawa ester
    Adanya ikatan ester sangat menentukan sifat anestesi lokal sebab pada degradasi dan inaktivasi di dalam tubuh, gugus tersebut akan dihidrolisis. Karena itu golongan ester umumnya kurang stabil dan mudah mengalami metabolisme dibandingkan golongan amida. Contohnya: tetrakain, benzokain, kokain, prokain dengan prokain sebagai prototip.
    1. Senyawa amida
    Contohnya senyawa amida adalah dibukain, lidokain, mepivakain dan prilokain.
    1. Lainnya
    Contohnya fenol, benzilalkohol, etilklorida, cryofluoran.
    Anestesi lokal sering kali digunakan secara parenteral (injeksi) pada pembedahan kecil dimana anestesi umum tidak perlu atau tidak diinginkan.
    Jenis anestesi lokal dalam bentuk parenteral yang paling banyak digunakan adalah:
    1. Anestesi permukaan.
    Sebagai suntikan banyak digunakan sebagai penghilang rasa oleh dokter gigi untuk mencabut geraham atau oleh dokter keluarga untuk pembedahan kecil seperti menjahit luka di kulit. Sediaan ini aman dan pada kadar yang tepat tidak akan mengganggu proses penyembuhan luka.
    1. Anestesi Infiltrasi.
    Tujuannya untuk menimbulkan anestesi ujung saraf melalui injeksi pada atau sekitar jaringan yang akan dianestesi sehingga mengakibatkan hilangnya rasa di kulit dan jaringan yang terletak lebih dalam, misalnya daerah kecil di kulit atau gusi (pada pencabutan gigi).
    1. Anestesi Blok
    Cara ini dapat digunakan pada tindakan pembedahan maupun untuk tujuan diagnostik dan terapi.
    1. Anestesi Spinal
    Obat disuntikkan di tulang punggung dan diperoleh pembiusan dari kaki sampai tulang dada hanya dalam beberapa menit. Anestesi spinal ini bermanfaat untuk operasi perut bagian bawah, perineum atau tungkai bawah.
    1. Anestesi Epidural
    Anestesi epidural (blokade subarakhnoid atau intratekal) disuntikkan di ruang epidural yakni ruang antara kedua selaput keras dari sumsum belakang.
    1. Anestesi Kaudal
    Anestesi kaudal adalah bentuk anestesi epidural yang disuntikkan melalui tempat yang berbeda yaitu ke dalam kanalis sakralis melaluihiatus skralis.
    Efek sampingnya adalah akibat dari efek depresi terhadap SSP dan efek kardiodepresifnya (menekan fungsi jantung) dengan gejala penghambatan penapasan dan sirkulasi darah. Anestesi lokal dapat pula mengakibatkan reaksi hipersensitasi.
    Ada anggapan bahwa obat bius lokal dianalogikan dengan obat "doping" sehingga dilarang seperti kokain yang merupakan obat doping yang merangsang. Kokain adalah anestetik lokal yang pertama kali ditemukan. Saat ini, penggunaan kokain sangat dibatasi utuk pemakaian topikal khususnya untuk anestesi saluran napas atas.


    ANESTESI SPINAL

    Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan penyuntikan obat anestetik lokal ke dalam ruang subaraknoid. Anestesi spinal/ subaraknoid juga disebut sebagai analgesi/blok spinal intradural atau blok intratekal.

    Hal –hal yang mempengaruhi anestesi spinal ialah jenis obat, dosis obat yang digunakan, efek vasokonstriksi, berat jenis obat, posisi tubuh, tekanan intraabdomen, lengkung tulang belakang, operasi tulang belakang, usia pasien, obesitas, kehamilan, dan penyebaran obat.

    Pada penyuntikan intratekal, yang dipengaruhi dahulu ialah saraf simpatis dan parasimpatis, diikuti dengan saraf untuk rasa dingin, panas, raba, dan tekan dalam. Yang mengalami blokade terakhir yaitu serabut motoris, rasa getar (vibratory sense) dan proprioseptif. Blokade simpatis ditandai dengan adanya kenaikan suhu kulit tungkai bawah. Setelah anestesi selesai, pemulihan terjadi dengan urutan sebaliknya, yaitu fungsi motoris yang pertama kali akan pulih.

    Di dalam cairan serebrospinal, hidrolisis anestetik lokal berlangsung lambat. Sebagian besar anestetik lokal meninggalkan ruang subaraknoid melalui aliran darah vena sedangkan sebagian kecil melalui aliran getah bening. Lamanya anestesi tergantung dari kecepatan obat meninggalkan cairan serebrospinal.




    Indikasi

    Anestesi spinal dapat diberikan pada tindakan yang melibatkan tungkai bawah, panggul, dan perineum. Anestesi ini juga digunakan pada keadaan khusus seperti bedah endoskopi, urologi, bedah rectum, perbaikan fraktur tulang panggul, bedah obstetric, dan bedah anak. Anestesi spinal pada bayi dan anak kecil dilakukan setelah bayi ditidurkan dengan anestesi umum.


    Kontraindikasi

    Kontraindikasi mutlak meliputi infeksi kulit pada tempat dilakukan pungsi lumbal, bakteremia, hipovolemia berat (syok), koagulopati, dan peningkatan tekanan intracranial. Kontraindikasi relatf meliputi neuropati, prior spine surgery, nyeri punggung, penggunaan obat-obatan preoperasi golongan AINS, heparin subkutan dosis rendah, dan pasien yang tidak stabil, serta a resistant surgeon.




    Persiapan Pasien

    Pasien sebelumnya diberi informasi tentang tindakan ini (informed concernt) meliputi pentingnya tindakan ini dan komplikasi yang mungkin terjadi.

    Pemeriksaan fisik dilakukan meliputi daerah kulit tempat penyuntikan untuk menyingkirkan adanya kontraindikasi seperti infeksi. Perhatikan juga adanya scoliosis atau kifosis. Pemeriksaan laboratorium yang perlu dilakukan adalah penilaian hematokrit. Masa protrombin (PT) dan masa tromboplastin parsial (PTT) dilakukan bila diduga terdapat gangguan pembekuan darah.




    Perlengkapan

    Tindakan anestesi spinal harus diberikan dengan persiapan perlengkapan operasi yang lengkap untuk monitor pasien, pemberian anestesi umum, dan tindakan resusitasi.

    Jarum spinal dan obat anestetik spinal disiapkan. Jarum spinal memiliki permukaan yang rata dengan stilet di dalam lumennya dan ukuran 16G sampai dengan 30G. obat anestetik lokal yang digunakan adalah prokain, tetrakain, lidokain, atau bupivakain. Berat jenis obat anestetik lokal mempengaruhi aliran obat dan perluasan daerah teranestesi. Pada anestesi spinal jika berat jenis obat lebih besar dari berat jenis CSS (hiperbarik), maka akan terjadi perpindahan obat ke dasar akibat gravitasi. Jika lebih kecil (hipobarik), obat akan berpindah dari area penyuntikan ke atas. Bila sama (isobarik), obat akan berada di tingkat yang sama di tempat penyuntikan. Pada suhu 37oC cairan serebrospinal memiliki berat jenis 1,003-1,008.

    Perlengkapan lain berupa kain kasa steril, povidon iodine, alcohol, dan duk steril juga harus disiapkan.

    Jarum spinal. Dikenal 2 macam jarum spinal, yaitu jenis yang ujungnya runcing seperti ujung bamboo runcing (Quincke-Babcock atau Greene) dan jenis yang ujungnya seperti ujung pensil (whitacre). Ujung pensil banyak digunakan karena jarang menyebabkan nyeri kepala pasca penyuntikan spinal.




    Teknik Anestesi Spinal

    Berikut langkah-langkah dalam melakukan anestesi spinal, antara lain:
    Posisi pasien duduk atau dekubitus lateral. Posisi duduk merupakan posisi termudah untuk tindakan punksi lumbal. Pasien duduk di tepi meja operasi dengan kaki pada kursi, bersandar ke depan dengan tangan menyilang di depan. Pada posisi dekubitus lateral pasien tidur berbaring dengan salah satu sisi tubuh berada di meja operasi.
    Posisi permukaan jarum spinal ditentukan kembali, yaitu di daerah antara vertebrata lumbalis (interlumbal).
    Lakukan tindakan asepsis dan antisepsis kulit daerah punggung pasien.
    Lakukan penyuntikan jarum spinal di tempat penusukan pada bidang medial dengan sudut 10o-30o terhadap bidang horizontal ke arah cranial. Jarum lumbal akan menembus ligamentum supraspinosum, ligamentum interspinosum, ligamentum flavum, lapisan duramater, dan lapisan subaraknoid.
    Cabut stilet lalu cairan serebrospinal akan menetes keluar.
    Suntikkan obat anestetik local yang telah disiapkan ke dalam ruang subaraknoid. Kadang-kadang untuk memperlama kerja obat ditambahkan vasokonstriktor seperti adrenalin.




    Komplikasi

    Komplikasi yang mungkin terjadi adalah hipotensi, nyeri saat penyuntikan, nyeri punggung, sakit kepala, retensio urine, meningitis, cedera pembuluh darah dan saraf, serta anestesi spinal total.




    DAFTAR PUSTAKA

    Mansjoer, Arif. dkk. Anestesi spinal. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran edisi III hal.261-264. 2000. Jakarta.

    Dobridnjov, I., etc. Clonidine Combined With Small-Dose Bupivacaine During Spinal Anesthesia For Inguinal Herniorrhaphy: A Randomized Double-Blind Study. Anesth Analg 2003;96:1496-1503.

    Syarif, Amir. Et al. Kokain dan Anestetik Lokal Sintetik. Dalam: Farmakologi dan Terapi edisi 5 hal.259-272. 2007. Gaya Baru, jakarta.

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...