Minggu, 26 Februari 2012

Contoh Laporan Praktikum ASIDIMETRI DAN ALKALIMETRI 1.1


                                                                                                                                                                                                              
1.1.1 Tujuan Percobaan
Tujuan dalam percobaan ini adalah :
1.      Membuat larutan standar HCl 0,1 N serta menetapkan konsentrasi larutan standar HCl dengan cara standarisasi dengan larutan Borax (Na2B4O7.10 H2O) dan Na2CO3 anhidrous.
2.      Membuat larutan standar NaOH dengan standarisasi asam oksalat.
3.      Menentukan kadar asam dalam asam cuka yang diperdagangkan serta menentukan kadar NH3 dalam garam amonium (NH4Cl).

1.1.2    Latar Belakang

Asidimetri dan alkalimetri merupakan analisis titrimetrik. Analisis titrimetrik adalah salah satu divisi besar dalam kimia analitik dan merupakan salah satu teknik yang akurat terutama dalam orde mmol. Perhitungan yang tercakup di dalamnya didasarkan pada hubungan stoikiometri dari reaksi kimia yang sederhana.
Metode ini relatif cepat dan dapat diotomatisasi. Mengukur volume larutan adalah jauh lebih cepat dibandingkan dengan menimbang berat suatu zat dengan suatu metode gravimetri. Dalam analisa titrimetrik, zat yang akan dianilisis dibiarkan bereaksi dengan zat lain yang konsentrasinya diketahui dan dialirkan dari buret dalam bentuk larutan, dan konsentrasi larutan yang tidak diketahui ( analit ) kemudian dihitung.





1.2   Dasar Teori
Dalam analisis larutan asam dan basa, titrasi akan melibatkan pengukuran yang seksama volume-volumenya suatu asam dan suatu basa yang tepat akan saling menetra1kan
(Keenan, 1994).
Reaksi penetralan atau asidimetri dan alkalimetri adalah salah satu dari empat golongan utama dalam penggolongan reaksi dalam analisis titrimetri. Asidi alkalimetri ini melibatkan titrasi basa bebas atau basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah, dengan suatu standar (asidimetri) dan titrasi asam bebas yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah, dengan suatu basa standar (alkalimetri). Reaksi-reaksi ini melibatkan senyawa ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air.                                                                                                             (Bassett, 1994).
Analisis volumetri juga dikenal sebagai titrimetri, di mana zat dibiarkan   bereaksi dengan zat yang lain yang konsentrasinya diketahui dan dialirkan dari buret dalam bentuk larutan.  Konsentrasi larutan yang tidak diketahui (analit) kemudian dihitung.  Syaratnya adalah reaksi harus berlangsung secara cepat, reaksi berlangsung kuantitatif dan tidak ada reaksi samping.
    (Khopkar, 1990).
Dalam menguji suatu reaksi untuk menetapkan apakah reaksi itu dapat digunakan untuk suatu titrasi, pembuatan suatu kurva titrasi akan membantu pemahaman untuk titrasi asam basa suatu kurva titrasi terdiri dari suatu alur pH atau pOH versus mL titran. Kurva semacam itu membantu dalam mempertimbangkan kelayakan suatu titrasi dan dalam memilih indikator yang tepat.
(Day dan Underwood, 1999).
Zat-zat anorganik dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan penting : asam, basa dan garam.  Asam didefinisikan sebagai zat yang bila dilarutkan dalam  air, mengalami disosiasi dengan pembentukan ion hidrogen sebagai satu-satunya ion positif. Asam kuat berdisosiasi hampir sempurna dengan pengenceran yang sedang, karena itu ia merupakan elektrolit kuat.  Asam lemah berdisosiasi hanya sedikit pada konsentrasi sedang bahkan pada konsentrasi rendah.
 (Svehla,  1990).
Kuat relatif asam dan basa dalam larutan bergantung pada afinitas mereka terhadap proton yang berlainan.  Makin kuat asam, makin lemah basa konjugatnya.
(Keenan, 1994).
Dari kumpulan reaksi kimia yang dikenal relatif sedikit yang dapat digunakan sebagai dasar untuk titrasi, suatu reaksi memenuhi persyaratan berikut sebelum digunakan.
1.   Reaksi harus berjalan sesuai dengan suatu persamaan reaksi tertentu.  Tidak boleh ada reaksi samping.
2.   Reaksi harus berjalan sampai boleh dikatakan lengkap pada titik ekivalensi. Dengan kata lain, tetapan keseimbangan reaksi harus sangat besar.
3.   Beberapa metode harus tersedia untuk menetapkan kapan titik ekivalensi tercapai.  Suatu inidikator haruslah tersedia atau beberapa metode secara instrumen dapat digunakan untuk memberitahu analisis kapan penambahan titran dihentikan.
4.   Reaksi berjalan cepat (dalam beberapa menit saja).
         (Day dan Underwood, 1999).
Indikator asam basa adalah zat yang berubah warnanya atau membentuk fluoresen atau kekeruhan pada suatu range (trayek) pH tertentu.  Indikator asam basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH.  Zat-zat indikator dapat berupa asam atau basa, larut dan stabil serta akan menunjukkan perubahan warna yang kuat, biasanya merupakan zat organik
(Khopkar, 1990).






1.3  Metodologi Percobaan
       1.3.1.  Alat
Alat-alat yang digunakan :
1.                                    Labu ukur 500 mL
2.                                    Corong
3.                                    Pipet gondok 10 mL
4.                                    Batang pengaduk
5.                                    Gelas Piala 250 mL dan 500 mL
6.                                    Kompor listrik
7.                                    Gelas ukur 50 mL dan 100 mL
8.                                    Gelas arloji
9.                                    Pipet ukur 25 mL
10.                                Erlenmeyer 250 mL
11.                                Buret asam dan basa
12.                                Neraca analitik
13.                                Pipet tetes
1.3.2  Bahan
Bahan-bahan yang digunakan :
1.                                    Asam Klorida pekat (HCl)
2.                                    Aquadest (H2O)
3.                                    Borax (Na2B4O7.10H2O)
4.                                    Natrium Karbonat (Na2CO3)
5.                                    Indikator pp
6.                                    Metil merah
7.                                    Metil jingga.






1.3.3   Prosedur Kerja
 A. Asidimetri
                     A.1  Standarisasi dengan Borax
1.      Menimbang 0,2 gram Borax, kemudian dimasukan ke dalam Erlenmeyer dan dilarutkan dengan 25 mL aquadest, lalu dikocok hingga larut.
2.      Menambahkan 3 tetes indikator metil merah ke dalam larutan, kemudian menitrasi larutan dengan HCl sampai berubah warna, mencatat volume titran.
3.      Melakukan percobaan sebanyak 2 kali.
A.2  Standarisasi dengan Na2CO3 anhidrous
1.      Menimbang Na2CO3 sebanyak 0,2 gram, kemudian melarutkannya dengan aquades sebanyak 60 mL di dalam Erlenmeyer dan mengocoknya sampai larut.
2.      Menambahkan larutan dengan indikator metil Jingga + 3 tetes, kemudian menitrasinya sampai berubah warna. Mencatat volume titran.
3.      Mengulangi percobaan sebanyak 2 kali.
B. Alkalimetri
     Standarisasi NaOH dengan asam oksalat
1.      Menimbang 0,63 gram asam oksalat dengan gelas arloji, kemudian dimasukan ke dalam erlenmeyer 250 mL, lalu dilarutkan dengan air sampai volume 100 mL.
2.      Mengambil Asam Oksalat sebanyak 10 mL lalu ditambahkan indikator pp + 3 tetes.
3.      Menitrasi larutan dengan NaOH sampai berubah warna. Mencatat volume titran.
4.      Mengulangi percobaan sebanyak 2 kali.



C. Menentukan kadar NH3 dalam Amonium Klorida
1.      Menimbang 0,2 gram NH4Cl lalu dimasukan ke dalam erlenmeyer 250 mL kemudian menambahkan 75 mL NaOH yang telah di standarisasi.
2.      Mengocok larutan dengan baik lalu dipanaskan sampai uapnya keluar.
3.      Menambahkan larutan ditambahkan + 3 tetes metil merah kemudian  dititrasi dengan larutan standar HCl sampai titik ekivalen.
4.      Melakukan percobaan sebanyak 2 kali.
D. Penentuan kadar asam dalam asam cuka yang diperdagangkan.
1.      .Menimbang botol kosong lalu  dimasukan 5 mL asam cuka contoh lalu menimbangnya lagi lalu hitung berat asam cukanya.
2.      Memindahkan asam cuka tersebut ke dalam labu ukur 250 mL dan menambahkan aquadest sampai tanda batas dan dikocok.
3.      Memipet asam cuka 10 mL ke dalam erlenmeyer kemudian menambahkan + 3 tetes indikator pp. Mencatat volume titrannya.

1 komentar:

Komentarnya!!!!!!!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...